Wednesday, February 10, 2021

Perjalanan mencari kerja sampai dengan mendaftar kuliah (my real experienced 1)

Hi Sobat Bloger,

Apa kabar semuanya.


Dalam episode penulisan ini saya akan menceritakan bagaimana cara saya pada saat sedang kuliah, tulisan ini bisa jadi bersambung ke chapter berikutnya karena akan sangat panjang jika di jelaskan secara detail bagaimana cara ngatur waktunya, mengerjakan tugasnya dan membagi uangnya untuk membayar kuliah. maka dari itu silahkan ambil kopi atau teh hangatnya untuk membaca tulisan dari pengalaman saya ini.

Cerita ini dimulai dari saya lulus sekolah menengah kejuruan pada tahun 2010. kala itu saya tau bahwa di indonesia hanya ada tiga kampus untuk melanjutkan kuliah, yaitu: Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, dan terakhir adalah Universitas Negeri semarang. yang saya tahu hanya 3 kampus tersebut karena minimnya informasi yang disampaikan oleh guru-guru saya zaman smk, smp sampai sd. rata-rata dari mereka adalah lulusan kampus Unes semarang.

Ketika lulus dari sekolah menengah kejuruan tersebut tidak ada satu gurupun dan orang tua saya yang mengarahkan untuk lanjut kuliah setelah lulus dari smk. mereka hanya memfokuskan bahwa setiap siswa yang lulus smk adalah siswa yang siap kerja, sehingga mereka mendidik dan mengarahkan kami sekelas untuk terampil dan siap bekerja keras dengan situasi dan kondisi apapun.

Sampailah pada saat saya lulus smk, dengan segala kesibukannya mengurus dokument keperluan mencari kerja seperti surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), Surat Tanda Pencari Kerja (Kartu Kuning) dari catatan dari kementerian tenga kerja, Kartu tanda penduduk (KTP), Surat keterangan sehat dan buta warna. setelah semua didapatkan. langkah selanjutnya adalah mendaftar info lowongan kerja yang disediakan oleh dinas tenaga kerja daerah pemalang jawa tengah.

Percobaan pertama adalah melamar di PT. Indomarco Prismatama (Indomaret) untuk penempatan area semarang dan sekitarnya berdasarkan domisili pekerja. prosesnya seperti perekrutan pada umumnya yaitu mengikuti psikotes dengan berbagai macamnya tes yang diberikan. singkat cerita, gagal dalam psikotes tersebut.

Percobaan kedua adalah melamar di PT. Midi Utama Indonesia (Alfamidi) untuk penempatan area jabodetabek. belajar dari pengalaman tes sebelumnya yang gagal pada saat test psikotes. maka kali ini persiapannya lebih matang dan fokus terhadap apa yang diberikan. singkat cerita diterima dalam test tersebut dan pemberangkatan pada hari senin pertengahan juni 2010.

Berangkat dari pemalang jawa tengah, sekitar jam 17.00an dari rumah dan kumpul di samping sekolahan SMK Negeri 1 Pemalang. menggunakan Bus Dedi jaya tujuan Tangerang, karena memang kantor pusat dari Alfamidi adalah di Cikokol Tangerang. ini kali pertama saya merantau jauh dari rumah menggunakan bus durasi perjalanan yang cukup panjang, dan sampai di kantor cikokol sekitar jam 4 pagi. segera setelah sampai di tangerang. di arahkan oleh panitia untuk ke kantor menaruh tas dan barang bawaannya. serta istirahat ishoma sampai jam 8 pagi. setelah itu barulah di arahkan oleh orang kantor untuk tanda tangan kontrak kerja selama 1 tahun sebagai pramuniaga dan kasir.

Setelah beres kontrak kerja di tandatangani saya beserta rombongan di bawa ke bogor, tepatnya di Alfamidi di jalan raya bogor. untuk menjalankan training selama 3 hari disana sebelum akhirnya di tempatkan pada toko masing-masing. training disana mengenai pelatihan penerimaan barang masuk, cek barang sesuaikan sama yang di faktur, facing out rak, stok opname, cara menyambut dan melayani pembeli dengan baik, cara menawarkan barang-barang yang sedang promosi dan lain-lain.

Saat itu saya dapat penempatan kerja di Alfamidi Minangkabau, terletak di jalan minangkabau, manggarai jakarta selatan. bersama 3 orang teman saya. akan tetapi teman saya baru seminggu disana katanya tidak betah dan dia resign kerja. saya berjalan 1 bulan - 2 bulan sampai pada akhirnya melihat ada kampus persis disamping toko namanya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Jakarta, dan pikiran mulai terbuka ternyata kampus tidak hanya 3 saja yang ada di indonesia seperti yang saya sebutkan diatas, akan tetapi ada juga kampus kecil yang kurang terkenal bagi orang kampung seperti saya yang saat itu belum begitu kenal dengan dunia internet.

Jalan 2 bulan kerja, saya mencoba untuk meminta izin kepada kepala toko yang saat itu dipimpin oleh Pak Fauzan, orangnya gundul, bahasa ngapak khas tegal karena memang dia berasal dari tegal jawa tengah. minta izin untuk bisa kerja di alfamidi dan kuliah disamping toko di kampus STIE Muhammadiyah Jakarta, ternyata izin saya di tolak mentah-mentah pada sekitar bulan agustus 2010. Tepat 1 bulan setelah penolakan yaitu bulan september 2010 saya mengajukan risen dari tempat kerja untuk pulang kampung sejenak, dan berangkat lagi menuju tangerang, tempat dimana bibi saya tinggal disini.

Mencari kerja bukanlah pekerjaan yang mudah untuk perantau seperti saya yang masih awam mengenai daerah dimana saya merantau. tidak semudah seperti saat mendaftar di disnaker kabupaten pemalang pada saat itu. disini lebih ketat lagi karena hampir semua pekerjaan yang saya lamar mereka menanyakan jenjang pendidikan terakhir apa? dan apakah bisa mengoperasikan komputer?

Inilah yang menjadi PR besar saya saat itu, yaitu tidak bisa mengoperasikan komputer karena memang jaman masih sekolah ada komputer hanya satu yang digunakan oleh petugas tata usaha sekolah untuk mengelola data-data sekolah. akhirnya dari sekian banyak lowongan kerja yang saya datangi untuk melamar kerja hampir semuanya di tolak, hanya 1 saat itu yang menerima saya yaitu di bengkel mobil cat dan las duko, itu juga bengkel milik om saya.

Setelah melamar kerja kesana dan kesini, pada suatu pagi ada tetangga yang datang menanyakan ke om saya, apakah ponakannya (saya) belum kerja? katanya sedang mencari kerja ya?

Sama om saya disambut dengan baik, iya benar, nanti saya tanyakan dulu ya sama anaknya. apakah mau bekerja apa masih betah dibengkel sini. dia menjelaskan syarat-syarat kerjanya yang hanya bermodalkan KTP saja karena memang pekerjaan harian lepas dengan jam kerja hari senin-jumat jam 07.00 - 18.00 dengan bayaran sebesar 40.000 per hari.

Pikir saya, dari pada tidak kerja-kerja akhirnya saya iyain ikut kerja disana menjadi harian lepas. di pabrik yang sedang bangkit dari kebangkrutan bernama PT. Adiperkasa Anugrah Pratama (AAP), yang saat itu sedang gencar-gencarnya memproduksi tabung gas elpiji 3Kg, pada bulan oktober 2010, saya mulai bekerja di pabrik ini.

Bergabung di PT AAP ini tanpa melamar, tanpa membawa dokument lengkap, hanya KTP saja yang diminta untuk di data sebagai karyawan disana. dan mendapat gajian pada hari jumatnya. disinilah pekerjaan mulai di tekuni sebagai buruh harian lepas yang sering di oper-oper ke bagian lain untuk di perbantukan, pernah sebagai kurir, pernah sebagai kernet mobil untuk pengiriman, pernah sebagai operator gudang, pernah sebagai helper peleburan, dan lain sebagainya.

Pada saat bekerja kurang lebih 6 bulan dari pertama kali saya gabung disini, pabrik disini membuka lowongan pekerjaan untuk bagian press department. disinilah saya mengajukan lamaran kerja untuk peningkatan karir menjadi seorang operator produksi untuk di bagian press. ikuti prosesnya seperti test psikotes, test kesehatan, tes buta warna dll. hasil test menunjukan bahwa saya diterima kerja sebagai operator press, dan teken training 1 bulan pada bulan april 2011, lewat satu bulannya yaitu bulan mei 2011 perpanjang kontrak menjadi 6 bulan. setelah 6 bulan habis perpanjang kontrak lagi sampai seterusnya.

Pada saat januari 2011 ada teman yang alumni sekolah menengah kejuruan ternyata sama-sama merantau di Tangerang, maka kita pun berencana untuk belajar mandiri tinggal ngekos bersama dan memisahkan dari anggota keluarga yang sudah memberikan tumpangan hidup pada kita awal-awal merantau di Tangerang ini.

Karena ada sedikit traumatik yaitu banyak yang menanyakan keahlian komputer pada saat melamar kerja, setelah dapat kerja di AAP tersebut saya memberanikan diri untuk mencari lembaga penyedia kursus komputer dan bahasa inggris untuk ikut kursus dan belajar supaya mengerti komputer, kursus komputer berjalan selama 5 bulan, dari bulan agustus 2011 sampai februari 2012. akhir februari diajak teman untuk melanjutkan kuliah, pada saat itu dia mengajak saya untuk lanjut kuliah di universitas pamulang, karena memang disana ada program kelas karyawan untuk hari sabtu yang dimulai dari jam 08.00 - 17.00. pas sekali dengan libur kerja yang libur di hari sabtu dan minggu.

Dengan berbagai pertimbangan jarak dan waktu, karena memang jarak tempuh yang kejauhan dan tidak ada kendaraan pribadi. akhirnya tidak jadi mengambil kuliah disana. dan mencoba untuk mencari kampus yang lebih dekat dengan tempat tinggal yaitu sekitaran tangerang, saat itu dateng ke kampus BSI menanyakan kelas yang dibuka dan jurusan yang ditawarkan, dateng pula ke kampus LP3I pun menanyakan hal yang sama, dateng juga ke kampus STMIK Bina Sarana Global. dikampus terakhir inilah dapat penjelasan yang detail tentang jurusan, waktu kuliah, arah karir dan metode pembayaran spp saat kuliah nanti,

Melengkapi persayaratan pendaftaran kuliah disana, dan membawanya saat mendaftar ulang di kampus Bina Sarana Global tersebut pada akhir februari, usut punya usut ternyata bulan maret awal sudah dimulai untuk prakuliah. dan disinilah pertama kali merasakan bisa melanjutkan pendidikan setelah 1,5 tahun lulus dari sekolah menengah kejuruan.

Pada saat sebelum mendaftar kuliah sempat izin kepada orang tua untuk minta restu dan minta di doakan semoga anaknya bisa kuliah dengan lancar, namun apa yang di dapat setelah menelpon orang tua untuk minta restu tersebut. yand di dapat adalah saran, masukan dan tolakan (tidak merestui) anaknya untuk kuliah lanjut karena orang tua tidak ada biaya dan masih adanya cicilan motor yang saya ambil untuk kendaraan adik saya sekolah menengah atas. "dapat izin enggak di omelin iya" sedih rasanya mendengar kabar itu.

Tetapi api semangat untuk belajar tidak pernah padam. diam-diam saya mencari informasi tentang kampus-kampus di atas dan mencoba buat mendaftar sendiri tanpa seizin orang tua sampai akhirnya mulai belajar di kampus itu barulah saya menelpon kembali orang tua. dan mereka akhirnya menangis dengan kegigihan saya dalam mencari kampus untuk bisa lanjut sekolah ke jenjang yang lebih. setelah mengetaui saya lanjut kuliah mau tidak mau mereka memberikan izin dan mendoakan anaknya supaya bisa kuliah dengan baik, bisa membagi waktunya, bisa memanage keuangannya supaya bisa buat cicil motor, biaya hidup di perantauan dan biaya kuliah..

Lanjut kuliah 1 tahun 2 tahun... bersambung di episode berikutnya.

Terima kasih sudah membaca cerita ku.

salam.

doakan farhan calon orang sukses, aamiin.

Share:

0 comments:

Post a Comment

jumlah pengunjung

BTemplates.com

Search This Blog

Powered by Blogger.

Translate

about us

My photo
Tangerang, Kota Tangerang, Indonesia
Mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, senang bermain komputer atau laptop.